Business Intelligence
1. Apa itu Business Intelligence atau BI ?
Secara singkat, Business Intelligence atau lebih sering
disingkat BI (baca: bi - ai) adalah seperangkat solusi sistem informasi yang
dapat menuntun kepada percepatan pengambilan keputusan dalam tingkat akurasi
yang tinggi (valid).
Sebagai contoh, informasi yang dihasilkan adalah metrik
performa aktual penjualan vs target penjualan (sales), pengeluaran vs anggaran
(finance), analisa tren produksi vs tren permintaan (capacity planning), dan
lain-lain. Kenapa BI ?
Pengambilan keputusan memerlukan data dari sistem BI yang
berasal dari kumpulan :
1. data faktual
2. data perencanaan.
3. maupun data prediksi.
4. yang diolah menjadi informasi yang komprehensif - dan
biasanya komparatif - sehingga dapat memberikan gambaran.
besar bahkan menyeluruh akan kondisi bisnis dan organisasi
pada :
1. masa lalu.
2. masa kini.
3. dan tren ke masa depan.
Dari tuntunan informasi yang dihasilkan ini, diharapkan
pengguna sistem BI dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tegas - serta
tingkat resiko yang lebih kecil.
Konsekuensi pengambilan keputusan yang cepat tentu sangat
besar, antara lain dapat memenangkan persaingan dimana kita sudah mengambil
langkah antisipatif setelah mengetahui informasi satu atau beberapa langkah ke
depan dibanding pesaing kita.
2. Dua Aspek Business Intelligence
Batasan definisi yang lebih terinci dari Business
Intelligence dapat dibagi dalam dua aspek, yaitu :
Metode-metode atau teknik dalam praktek mendefinisikan,
mengumpulkan dan mempresentasikan data dan aturan bisnis yang terikat dengannya
menjadi informasi strategis yang dapat dimengerti dengan mudah oleh berbagai
level pelaku bisnis. Strategis disini artinya adalah dapat mendukung
pengambilan keputusan dalam frame waktu yang semakin baik dari hari ke hari.
Kumpulan teknologi dan aplikasi sistem terkomputerisasi yang mendukung hal di
atas.
3. Data Warehouse dan Business Intelligence
Business Intelligence dan Data Warehouse adalah dua hal yang
sebenarnya berbeda namun hampir tidak bisa dipisahkan. Hubungan antar keduanya
sedemikian erat sehingga kita tidak bisa membicarakan BI tanpa Data Warehouse.
Sebagai solusi yang sangat bergantung pada data berkualitas
tinggi, solusi BI akan menghasilkan informasi yang akurat jika sumber datanya
baik dan akan menghasilkan informasi yang salah jika sebaliknya. Selain itu
respon sistem BI juga harus baik sehingga dapat mencapai tujuannya dari sisi
efisiensi waktu.
Terkait dengan hal tersebut, sumber data pada organisasi
yang kompleks dan besar biasanya perlu diolah agar dapat digunakan baik oleh
sistem tersebut.
Kompleksitas yang biasanya terjadi adalah sumber data
tersebar di berbagai titik dan pernah memiliki siklus pengembangan bertahap.
Konsekuensinya, isi data bisa berbeda pada tiap titik area
fisik, dan pada tiap periode waktu siklus pengembangan. Data demikian hampir
dipastikan perlu perlakuan tertentu agar seragam namun tetap valid. Dan jika
tidak ditangani dengan disiplin yang baik pada tahap pengembangannya, data
cenderung menjadi "kotor".
Data Warehouse memenuhi kriteria tersebut, yaitu merupakan
database tersendiri merupakan hasil konsolidasi, pembersihan, penyesuaian, dan
optimalisasi data sehingga layak dijadikan sebagai sumber data informasi untuk
sistem BI.
Proses menghasilkan data warehouse ini tidak sederhana dan
menuntut pembahasan sendiri yang intens. Bahkan bisa diklaim di hampir semua
kasus, jika dimasukkan sebagai bagian proyek BI maka Data Warehouse merupakan
task yang paling lama pengembangannya.

Komentar
Posting Komentar